Kami Masih Dapat Membayangkan Wajahmu
Anakku Tercinta,
Seperti baru kemarin rasanya ketika tangan kecilmu berada di genggaman kami. Kami masih dapat membayangkan wajahmu ketika baru dapat berjalan. Tetapi waktu adalah perampok, mencuri saat-saat kamu tumbuh. Kami dapat melihat sekarang, kamu sudah dewasa. Bagaimana bisa terjadi dimana rasanya baru kemarin kami mengantarkanmu di hari pertamamu masuk sekolah?
Kami melihat kamu begitu cemas menghadapi masa depanmu. Dan kami merasa cemas juga, bukan karena kamu tidak akan sukses, tapi karena kami harus melepaskanmu. Kami harus merelakanmu memilih jalan yang kamu pilih. Ketahuilah bahwa kami di sini jika kamu membutuhkan nasehat kami. Kami harap kamu masih sudi untuk bertanya. Ketahuilah bahwa kami menginginkan yang terbaik untukmu, tetapi bagaimanapun kamu harus memutuskan sendiri.
Sejak kamu lahir, kami telah dipenuhi oleh mimpi-mimpi akan tempat yang kan kamu kunjungi, dan orang-orang yang akan kamu temui. Menyadari bahwa suatu saat, kamu akan pergi mencari pengalamanmu sendiri. Bawalah bersamamu cinta kami. Membuatmu nyaman ketika kamu sedang resah. Bawalah harapan kami bersamamu. Semoga dapat menjadi keberanian di saat kamu menghadapi kekalahan. Bawalah segala cahaya yang kami punya. Semoga dapat menjadi penerang jika kamu mengalami kegelapan.
Ini adalah proses dari kehidupan dan tujuan hidup kita. Kami diberkahi dalam segala hal, tapi kamu, anak kami, Arel, telah menjadi berkah terbesar buat kami. Kami akan selalu di sini menyayangimu.
Ayah Bunda mu,
Check out the English version at We Can Still See Your Face
April 3rd, 2008 at 15:14
salam kenal dari bandung
saya terharu membaca artikel anda,
kata ustas di kampung saya, biarkan anakmu pergi membawa biduknya sendiri, agar mereka tahu bawah hidup ini adalah perjuangan
http://puang07.fotopages.com
http://puang07.blogdetik.com
February 7th, 2009 at 06:07
Setelah membaca cerita di atas, saya sangat terharu sekaligus bangga, semoga menjadi teladan bagi kita semua.
June 12th, 2009 at 13:54
jd teringat la ama ibu yang dikampung…
dia sedih banget waktu ngelepas aku perg keluar kota…
July 15th, 2009 at 01:03
Nyesel dlu gw prnh atau sring ngelawan ortu….ibu aku sayang kmu kalau tdak ada kmu dri mna ak lhir…..trimakasih mom…
July 28th, 2009 at 14:47
MANTAP
October 25th, 2009 at 15:00
Masih terbayang dibenakku bagaimana ibuku menatap dan memeluku disaat aku mengayunkan kaki untuk meninggalkan kampung halaman kami. Ibu doakanlah anakmu ini, mudah2an kesuksesan membawaku kembali padamu….
January 12th, 2010 at 20:30
so power full !